Pada postingan artikel kali ini, Synaoo.com akan memberikan materi pelajaran fisika kelas 10 Semester 2 Kurikulum 2013 yaitu mengenai Alat Optik.
MATERI ALAT OPTIK PDF
A. Pemantulan Cahaya
Cahaya merupakan kelompok berkas sinar yang dapat dilihat.
Berdasarkan arah penyebarannya, berkas cahaya dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
➠ berkas cahaya sejajar,
➠ berkas cahaya mengumul (konvergen),
➠ berkas caahaya menyebar (divergen).
Apa bila suatu cahaya mengenai benda atau penghalang, cahaya tersebut akan dipantulkan.
Pemantulan adalah pengembalian seluruh atau sebagian berkas cahaya yang bertemu dengan bidang batas antara dua medium.
Pemantulan dibagi menjadi dua yaitu :
➠ Pemantulan teratur : terjadi apabila cahaya mengenai permukaan benda yang rata, licin, dan mengilap seperti cermin.
➠ Pemantulan baur : terjadi apabila cahaya mengenai permukaan benda yang kasar dan tidak rata seperti tanah, kayu, dan tembok.
Hukum pemantulan cahaya :
➠ Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
➠ Besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul.
Berdasarkan bentuk permukaannya, cermin dikelompokkan menjadi cermin datar dan cermin cekung, dan cermin cembung.
1. Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar
Sifat pemantulan :
➠ Bayangan semu (maya)
➠ Tinggi bayangan sama dengan tinggi benda
➠ Jarak benda terhadap cermin sama dengan jark bayangan terhadap cermin.
➠ Arah bayangan terbalik antara kiri dan kanan
Menghitung jumlah bayangan pada dua cermin datar yang berimpit :

Keterangan :
n = banyak bayangan
m = -1 jika
= genap
m = 0 jika
= ganjil
2. Pemantulan pada Cermin Cembung
Cermin cembung memiliki titik fokus dan titik pusat kelengkungan di belakang cermin. Hal itu menyebabkan jari-jari kelengkungan dan jarak titik fokus pada cermin cembung bernila negatif.
Sifat sinar cermin cembung :
➠ Sinar menyebar (divergen)
➠ Sinar sejajar utama akan dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus.
➠ Sinar yang menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
➠ Sinar yang menuju pusat kelengkungan dipantulkan kembali seolah-olah dari titik pusat kelengkungan.

Keterangan :
M = perbesaran
s = jarak benda (m)
s' = jarak bayangan (m)
h = tinggi benda (m)
h' = tinggi bayangan (m)
R = jari-jari cermin (m)
f = jarak fokus cermin (m)
Jarak titik fokus dan jari-jari (s') pada cermin cembung selalu bertanda negatif
3. Pemantulan Cahaya pada Cermin Cekung
Sifat sinar cermin cekung :
➠ Mengumpulakan sinar (konvergen)
➠ Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan ke fokus
➠ Sinar menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama
➠ Sinar menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali melalui pusat kelengkungan cermin
Pembagian ruang cermin cekung :
➠ Ruang I : jarak antara titik pusat bidang cermin dan titik fokus (f).
➠ Ruang II : jarak antara titik fokus (f) dan titik pusat kelengkungan/jari-jari cermin (R).
➠ Ruang III : jarak dari titik pusat kelengkungan sampai tak terhingga.
➠ Ruang IV : ruang di belakang cermin.
Persamaan pada cermin cekung :



Keterangan :
M = perbesaran
s = jarak benda ke cermin (m)
s' = jarak bayangan ke cermin (m)
h = tinggi benda (m)
h' = tinggi bayangan (m)
R = jari-jari cermin (m)
f = jarak fokus cermin (m)
Jarak titik fokus dan jari-jari (s') pada cermin cembung selalu bertanda positif.
B. Pembiasan Cahaya
Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya ketika melewati medium yang berbeda.
1. Hukum Pembiasan Cahaya
Hukum snelius tentang pembiasan cahaya yaitu :
➠ Sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
➠ Sinar datang dari medium kurang rapat menuju medium yang lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal.
➠ Sinar datang dari medium lebih rapat menuju medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal.
➠ Sinar datang tegak lurus bidang batas, tidak dibiaskan melainkan diteruskan.
Indeks bias mutlak adalah ukuran kemampuan medium untuk membelokkan cahaya yang bergerak dari vakum atau udara.

Keterangan :
n = indeks bias mutlak
i = sudut datang
r = sudut bias
Indeks bias mutlak suatu medium hampa:

Keterangan :
c = kelajuan cahaya dalam ruang hampa 3 x 10^8 m/s)
v = kelajuan cahaya dalam medium (m/s)
Ketika cahaya melewati suatu medium ke medium lain, cahaya dan panjang gelombang akan mengalami perubahan.


Keterangan :
n = indeks bias mutlak
v = cepat rambat cahaya di medium n
= panjang gelombang cahaya di medium n
Cahaya juga dapat merambat dari suatu medium ke medium lainnya. Jika sinar merambat dari medium 1 ke medium 2.

Keterangan :
n = indeks bias mutlak
i = sudut datang
r = sudut bias
2. Lensa
Lensa merupakan bidang lengkung tipis yang tembus cahaya. Lensa terbagi menjadi dua jenis yaitu lensa cembung dan lensa cekung.
a. Lensa Cembung
Lensa cembung memiliki sifat mengumpulkan sinar (konvergen), yaitu sinar sejajar sumbu utama lensa dibiaskan menuju titik fokus lensa.
Sinar istimewa lensa cembung :
➠ Sinar datang sejajar sumbu utama lensa, dibiaskan melalui titik fokus.
➠ Sinar datang melalui titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.
➠ Sinar datang melalui titik pusat optik tidak dibiaskan melainkan diteruskan.
b. Lensa Cekung
Lensa cekung memiliki sifat menyebarkan sinar (divergen), yaitu snar sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus lensa.
Sinar istimewa lensa cekung :
➠ Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus.
➠ Sinar datang menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.
➠ Sinar datang melalui pusat optik diteruskan tanpa pembiasan.
c. Hubungan antarak jarak fokus (f), indeks bias (n), dan jari-jari kelengkungan lensa
Keterangan :
f = jarak fokus
n1 = indeks bias medium
n2 = indeks bias lensa
R = jari-jari kelengkungan lensa
d. Perbesaran Lensa
Keterangan :
M = perbesaran bayangan
s' = jarak bayangan (m)
s = jarak benda (m)
h' = tinggi bayangan (m)
e. Kekuatan Lensa
Kekuatan lensa (P) dirumuskan sebagai berikut.
Satuan kekuatan lensa adalah dioptri (D)
f. Lensa Gabungan
➥ Jarak Fokus
Apabila fgab bernilai positif, berarti menghasilkan lensa cembung dan jika bernilai negatif, berarti menghasilkan lensa cekung.
➥ Kekuatan Lensa
Beberapa lensa dengan kekuatan lensa P1, P2, dan P3 jika digabungkan akan diperoleh sebuah lensa dengan kekuatan lensa gabungan (Pgab) = P1 + P2 +P3. Dengan demikian, secara umum kekuatan lensa gabungan dapat ditulis dengan persamaan berikut.
g. Perjanjian Tanda pada Lensa
s (+) = benda di depan lensa (nyata)
s (-) = benda di belakang lensa (maya)
s' (+) = bayangan di belakang lensa (nyata)
s' (-) = bayangan di depan lensa (maya)
R, f (+) = lensa cembung
R, f (-) = lensa cekung
R (∞) = lensa datar
C. Jenis Alat Optik
1. Mata
Setiap manusia memiliki alat optik tercanggih yang pernah ada, yaitu mata. Mata merupakan bagian dari pancaindra yang berfungsi untuk melihat.
Apabila diamati, ternyata mata terdiri atas beberapa bagian yang masing-masing mempunyai fungsi berbeda-beda tetapi saling mendukung. Bagian-bagian mata yang penting tersebut, antara lain, kornea, pupil, iris, aquaeus humour, otot akomodasi, lensa mata, retina, vitreous humour, bintik kuning, bintik buta, dan saraf mata.
➠ Kornea
Kornea merupakan bagian luar mata yang tipis, lunak, dan transparan. Kornea berfungsi menerima dan meneruskan cahaya yang masuk pada mata, serta melindungi bagian mata yang sensitif di bawahnya.
➠ Pupil
Pupil merupakan celah sempit berbentuk lingkaran dan berfungsi agar cahaya dapat masuk ke dalam mata.
➠ Iris
Iris adalah selaput berwarna hitam, biru, atau coklat yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya pupil. Warna inilah yang Anda lihat sebagai warna mata seseorang.
➠ Aquaeus Humour
Aquaeus humour merupakan cairan di depan lensa mata untuk membiaskan cahaya ke dalam mata.
➠ Otot Akomodasi
Otot akomodasi adalah otot yang menempel pada lensa mata dan berfungsi untuk mengatur tebal dan tipisnya lensa mata.
➠ Lensa Mata
Lensa mata berbentuk cembung, berserat, elastis, dan bening. Lensa ini berfungsi untuk membiaskan cahaya dari benda supaya terbentuk bayangan pada retina.
➠ Retina
Retina adalah bagian belakang mata yang berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan.
➠ Vitreous Humour
Vitreous humour adalah cairan di dalam bola mata yang berfungsi untuk meneruskan cahaya dari lensa ke retina.
➠ Bintik Kuning
Bintik kuning adalah bagian dari retina yang berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan yang jelas.
➠ Bintik Buta
Bintik buta adalah bagian dari retina yang apabila bayangan jatuh pada bagian ini, maka bayangan tampak tidak jelas atau kabur.
➠ Saraf Mata
Saraf mata befungsi untuk meneruskan rangsangan bayangan dari retina menuju ke otak.
Adapun proses terlihatnya suatu benda oleh mata yaitu. Benda yang berada di depan mata memantulkan cahaya. Cahaya tersebut masuk ke mata melalui pupil yang kemudian akan dibiaskan oleh lensa mata sehingga terbentuk bayangan pada retina. Oleh saraf, bayangan tadi diteruskan ke
pusat saraf (otak).
a. Daya Akomodasi Mata
Lensa mata dapat mencembung atau pun memipih secara otomatis karena adanya otot akomodasi (otot siliar). Untuk melihat benda yang letaknya dekat, otot siliar menegang sehingga lensa mata
mencembung dan sebaliknya untuk melihat benda yang letaknya jauh, otot siliar mengendur (rileks), sehingga lensa mata memipih. Kemampuan otot mata untuk menebalkan atau memipihkan lensa mata disebut daya akomodasi mata.
Agar benda/objek dapat terlihat jelas, objek harus terletak pada daerah
penglihatan mata, yaitu antara titik dekat dan titik jauh mata. Titik
dekat (punctum proximum = pp) adalah titik terdekat yang masih dapat
dilihat dengan jelas oleh mata (± 25 cm). Pada titik dekat ini lensa mata
akan mencembung maksimal. Titik jauh (punctum remotum = pr) adalah
titik terjauh yang masih dapat dilihat dengan jelas oleh mata, jaraknya
tak terhingga. Pada titik jauh ini, lensa mata akan memipih maksimal.
b. Gangguan Mata
➠ Rabun Jauh (Miopi)
Miopi adalah kondisi mata yang
tidak dapat melihat dengan jelas
benda-benda yang letaknya jauh.
Penderita miopi titik jauhnya lebih
dekat daripada tak terhingga (titik
jauh < ~) dan titik dekatnya kurang
dari 25 cm. Hal ini terjadi karena
lensa mata tidak dapat dipipihkan
sebagaimana mestinya sehingga
bayangan dari benda yang letaknya
jauh akan jatuh di depan retina.
Untuk dapat melihat benda-benda yang
letaknya jauh agar nampak jelas, penderita miopi dapat ditolong dengan kaca
mata berlensa cekung (negatif).
Miopi dapat terjadi karena mata terlalu sering/terbiasa melihat benda
yang dekat. Cacat mata ini sering dialami tukang jam, tukang las, operator
komputer, dan sebagainya.
Untuk menentukan ukuran atau kekuatan lensa yang dibutuhkan oleh penderita miopi digunakan persamaan berikut.
PR = titik jauh (m)
➠ Rabun Dekat (Hipermetropi)
Hipermetropi adalah cacat mata dimana mata tidak dapat melihat
dengan jelas benda-benda yang letaknya dekat. Titik dekatnya lebih jauh
daripada titik dekat mata normal (titik dekat > 25 cm).
Penderita hipermetropi hanya dapat melihat dengan jelas benda-benda
yang letaknya jauh sehingga cacat mata ini sering disebut mata terang jauh.
Hipermetropi disebabkan lensa mata terlalu pipih dan sulit dicembungkan
sehingga bila melihat benda-benda yang letaknya dekat, bayangannya jatuh
di belakang retina. Supaya dapat melihat benda-benda yang letaknya dekat
dengan jelas, penderita hipermetropi ditolong dengan kaca mata berlensa
cembung (positif).
Kekuatan lensa yang digunakan oleh penderita rabun dekat ditentukan dengan persamaan berikut.
Oleh karena s = sn = 25 cm dan ukuran dalam meter maka
PP = titik dekat = sn (m)
➠ Mata Tua (Presbiopi)
Orang-orang yang sudah tua, biasanya daya
akomodasinya sudah berkurang. Pada mata
presbiopi, titik dekatnya lebih jauh daripada titik
dekat mata normal (titik dekat > 25 cm) dan
titik jauhnya lebih dekat daripada titik jauh mata
normal (titik jauh < ~). Oleh karena itu, penderita
presbiopi tidak dapat melihat benda-benda yang
letaknya dekat maupun jauh.
Untuk dapat melihat jauh dengan jelas dan untuk membaca pada
jarak normal, penderita presbiopi dapat ditolong dengan kaca mata
berlensa rangkap (kacamata bifokal). Kacamata bifokal adalah kaca mata
yang terdiri atas dua lensa, yaitu lensa cekung dan lensa cembung. Lensa
cekung berfungsi untuk melihat benda jauh dan lensa cembung untuk
melihat benda dekat/membaca.
➠ Astigmatisme
Astigmatisma adalah cacat mata dimana kelengkungan selaput bening
atau lensa mata tidak merata sehingga berkas sinar yang mengenai mata
tidak dapat terpusat dengan sempurna. Cacat mata astigmatisma tidak
dapat membedakan garis-garis tegak dengan garis-garis mendatar secara
bersama-sama. Cacat mata ini dapat ditolong dengan kaca mata berlensa
silinder.
2. Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda
kecil agar tampak jelas dan besar. Mikroskop terdiri atas dua buah lensa
cembung. Lensa yang dekat dengan benda yang diamati (objek) disebut
lensa objektif dan lensa yang dekat dengan pengamat disebut lensa okuler.
Mikroskop yang memiliki dua lensa disebut mikroskop cahaya lensa ganda.
Karena mikroskop terdiri atas dua lensa
positif, maka lensa objektifnya dibuat
lebih kuat daripada lensa okuler (fokus
lensa objektif lebih pendek daripada fokus
lensa okuler). Hal ini dimaksudkan agar
benda yang diamati kelihatan sangat besar
dan mikroskop dapat dibuat lebih praktis
(lebih pendek).
Benda yang akan amati diletakkan
pada sebuah kaca preparat di depan lensa
objektif dan berada di ruang II lensa objektif
(f
obj < s < 2 f
obj). Hal ini menyebabkan
bayangan yang terbentuk bersifat nyata,
terbalik dan diperbesar. Bayangan yang
dibentuk lensa objektif merupakan benda bagi lensa okuler.
Untuk memperoleh bayangan yang jelas, Anda dapat menggeser lensa
okuler dengan memutar tombol pengatur. Supaya bayangan terlihat terang,
di bawah objek diletakkan sebuah cermin cekung yang berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya dan diarahkan pada objek. Ada dua cara dalam
menggunakan mikroskop, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum
dan dengan mata tak berakomodasi.
a. Penggunaan Mikroskop dengan Mata Berakomodasi Maksimum
Pada mikroskop, lensa okuler berfungsi sebagai lup. Pengamatan dengan
mata berakomodasi maksimum menyebabkan bayangan yang dibentuk oleh
lensa objektif harus terletak di ruang I lensa okuler (di antara Ook dan f
ok ).
Hal ini bertujuan agar bayangan akhir yang dibentuk lensa okuler tepat
pada titik dekat mata pengamat. Lukisan bayangan untuk mata
berakomodasi maksimum dapat dilihat pada gambar berikut.
M = Mobj x Mok karena Mlup = Sn/f +1 Maka :
Panjang mikroskop dapat dinyatakan :
L = s' obj + f ok
Keterangan:
s'
obj : jarak bayangan objektif
s'
ok : jarak bayangan okuler
sobj : jarak objektif
sok : jarak benda okuler
f
obj : jarak fokus lensa objektif
f
ok : jarak fokus lensa okuler
Mobj: perbesaran bayangan lensa objektif
Mok : perbesaran bayangan lensa okuler
M : perbesaran total mikroskop
L : panjang mikroskop (jarak tubus) = jarak antara lensa objektif dengan
lensa okuler
b. Penggunaan Mikroskop dengan Mata Tak Berakomodasi
Agar mata pengamat dalam menggunakan mikroskop tidak berakomodasi,
maka lensa okuler harus diatur/digeser supaya bayangan yang
diambil oleh lensa objektif tepat jatuh pada fokus lensa okuler. Lukisan
bayangan untuk mata tak berakomodasi dapat dilihat pada gambar berikut.
M = Mobj x Mok karena Mlup = Sn/f Maka :
Panjang mikroskop dapat dinyatakan :
L = s' obj + f ok
3. Kamera
Kamera adalah alat yang digunakan untuk
menghasilkan bayangan fotografi pada film negatif.
Pernahkah Anda menggunakan kamera? Biasanya
Anda menggunakan kamera untuk mengabadikan
kejadian-kejadian penting.
Kamera terdiri atas beberapa bagian, antara
lain, sebagai berikut.
➠ Lensa cembung, berfungsi untuk membiaskan
cahaya yang masuk sehingga terbentuk bayangan
yang nyata, terbalik, dan diperkecil.
➠ Diafragma, adalah lubang kecil yang dapat
diatur lebarnya dan berfungsi untuk mengatur
banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa.
➠ Apertur, berfungsi untuk mengatur besar-kecilnya diafragma.
➠ Pelat film, berfungsi sebagai tempat bayangan dan menghasilkan gambar
negatif, yaitu gambar yang berwarna tidak sama dengan aslinya,
tembus cahaya.
Untuk memperoleh hasil pemotretan yang bagus, lensa dapat Anda
geser maju mundur sampai terbentuk bayangan paling jelas dengan jarak
yang tepat, kemudian Anda tekan tombol shutter.
Pelat film menggunakan pelat seluloid yang dilapisi dengan gelatin dan
perak bromida untuk menghasilkan negatifnya. Setelah dicuci, negatif
tersebut dipakai untuk menghasilkan gambar positif (gambar asli) pada
kertas foto. Kertas foto merupakan kertas yang ditutup dengan lapisan tipis
kolodium yang dicampuri dengan perak klorida. Gambar yang ditimbulkan
pada bidang transparan disebut gambar diapositif.
4. Periskop
Periskop adalah teropong pada kapal selam yang digunakan untuk
mengamati benda-benda di permukaan laut. Periskop terdiri atas 2 lensa
cembung dan 2 prisma siku-siku sama kaki.
Jalannya sinar pada periskop adalah
sebagai berikut.
➠ Sinar sejajar dari benda yang jauh
menuju ke lensa obyektif.
➠ Prisma P1
memantulkan sinar dari
lensa objektif menuju ke prisma P2
.
➠ Oleh prisma P2
sinar tersebut dipantulkan
lagi dan bersilangan di
depan lensa okuler tepat di titik
fokus lensa okuler.
5. Teropong
Teropong atau teleskop adalah alat yang digunakan untuk melihat
benda-benda yang jauh agar tampak lebih jelas dan dekat. Ditinjau dari
objeknya, teropong dibedakan menjadi dua, yaitu teropong bintang dan
teropong medan.
a. Teropong Bintang
Teropong bintang adalah teropong yang digunakan
untuk melihat atau mengamati benda-benda
langit, seperti bintang, planet, dan satelit. Nama lain
teropong bintang adalah teropong astronomi. Ditinjau
dari jalannya sinar, teropong bintang dibedakan
menjadi dua, yaitu teropong bias dan teropong
pantul.
➥ Teropong Bias
Teropong Bias
Teropong bias terdiri atas dua lensa cembung, yaitu sebagai lensa objektif
dan okuler. Sinar yang masuk ke dalam teropong dibiaskan oleh lensa.
Oleh karena itu, teropong ini disebut teropong bias.
Benda yang diamati terletak di titik jauh tak hingga, sehingga bayangan
yang dibentuk oleh lensa objektif tepat berada pada titik fokusnya.
Bayangan yang dibentuk lensa objektif merupakan benda bagi lensa okuler.
Lensa okuler berfungsi sebagai lup.
Lensa objektif mempunyai fokus lebih panjang daripada lensa okuler
(lensa okuler lebih kuat daripada lensa objektif). Hal ini dimaksudkan agar
diperoleh bayangan yang jelas dan besar. Bayangan yang dibentuk oleh
lensa objektif selalu bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Bayangan yang
dibentuk lensa okuler bersifat maya, terbalik, dan diperkecil terhadap
benda yang diamati. Seperti pada mikroskop, teropong bintang juga dapat
digunakan dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan mata tak
berakomodasi.
➥ Teropong Pantul
Karena jalannya sinar di dalam teropong dengan cara memantul maka
teropong ini dinamakan teropong pantul.
Pada teropong pantul, cahaya yang datang dikumpulkan oleh sebuah
cermin melengkung yang besar. Cahaya tersebut kemudian dipantulkan
ke mata pengamat oleh satu atau lebih cermin yang lebih kecil.
➥ Teropog Medan
Teropong medan digunakan untuk mengamati benda-benda yang jauh
di permukaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa cembung,
masing-masing sebagai lensa objektif, lensa pembalik, dan lensa okuler.
Lensa pembalik hanya untuk membalikkan bayangan yang dibentuk lensa
objektif, tidak untuk memperbesar bayangan.
Lensa okuler berfungsi sebagai lup. Karena lensa pembalik hanya untuk
membalikkan bayangan, maka bayangan yang dibentuk lensa objektif
harus terletak pada titik pusat kelengkungan lensa pembalik. Lensa okuler
juga dibuat lebih kuat daripada lensa objektif. Teropong bumi atau medan
sebenarnya sama dengan teropong bintang yang dilengkapi dengan lensa
pembalik. Pembentukan bayangan pada teropong bumi dapat dilihat pada
Gambar 5.19 berikut pada saat mata berakomodasi maksimum.
Sifat bayangan yang dibentuk teropong medan adalah maya, tegak,
dan diperbesar. Perbesaran bayangan pada mata berakomodasi maksimum
dapat dinyatakan sebagai berikut.
Panjang teropong bumi yaitu :
Untuk mata tak berakomodasi, lensa okuler digeser sedemikian rupa
sehingga fokus lensa okuler berimpit dengan titik pusat kelengkungan
lensa pembalik (f
ok = 2f
pemb).
Pembesaran bayangan pada saat mata tak berakomodasi dapat dinyatakan
sebagai berikut.

Panjang teropongnya yaiti :
Ada teropong bumi yang hanya menggunakan dua lensa (teropong
panggung), yaitu lensa cembung sebagai lensa objektif dan lensa cekung
sebagai lensa okuler. Lensa cekung di sini berfungsi sebagai pembalik
bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif dan sekaligus sebagai lup.
Pembentukan bayangan pada teropong ini dapat dilihat pada berikut.
Perbesaran bayangannya dapat dinyatakan dalam berikut.
Maka panjang teropongnya yaitu :
Sifat bayangan yang dibentuk maya,
tegak, dan diperbesar daripada bayangan
yang dibentuk lensa objektif. Teropong ini
sering disebut teropong panggung atau
teropong Belanda atau teropong Galileo.
Teropong bumi dan teropong panggung memang tidak bisa dibuat
praktis. Untuk itu, dibuat teropong lain yang fungsinya sama tetapi sangat
praktis, yaitu teropong prisma. Disebut teropong prisma karena pada
teropong ini digunakan dua prisma yang didekatkan bersilangan antara
lensa objektif dan lensa okuler sehingga bayangan akhir yang dibentuk
bersifat maya, tegak, dan diperbesar.
6. Periskop
Periskop adalah teropong pada kapal selam yang digunakan untuk
mengamati benda-benda di permukaan laut. Periskop terdiri atas 2 lensa
cembung dan 2 prisma siku-siku sama kaki.
Jalannya sinar pada periskop adalah
sebagai berikut.
➠ Sinar sejajar dari benda yang jauh
menuju ke lensa obyektif.
➠ Prisma P1
memantulkan sinar dari
lensa objektif menuju ke prisma P2
.
➠ Oleh prisma P2
sinar tersebut dipantulkan
lagi dan bersilangan di
depan lensa okuler tepat di titik
fokus lensa okuler.
Demikian materi singkat dari Synaoo.com Bab Alat Optik.
Semoga rangkuman materi singkat ini dapat bermanfaat bagi teman-temam Synaoo.
Selamat Belajar.
Labels: Fisika