Rangkuman Materi Zaman Prasejarah di Indonesia Lengkap

Zaman Prasejarah di Indonesia

Pada postingan artikel kali ini, Synaoo.com akan memberikan materi SMA pelajaran Sejarah Indonesia kelas 10 semester 1 Kurikulum 2013 Bab Masa Prasejarah atau Praaksara di Indonesia.


Manusia Purba
Manusia Purba

A. Masa Sebelum Mengenal Tulisan dan Terbentuknya Kepulauan di Indonesia


1. Konsep Berpikir dalam Sejarah

a. Cara Berpikir Diakronis/Kronologis
➠ Mempelajari kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktunya.
➠ Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis.
➠ Digunakan dalam ilmu sejarah.

b. Cara berpikir sinkronis
➠ Mengamati kehidupan sosial secara meluas berdimensi ruang.
➠ Kehidupan masyarakat saling berkaitan.
➠ Menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif.
➠ Digunakan dalam ilmu sosial seperti geografi, sosiologi, politik, ekonomi, antropologi, dan arkeologi.

2. Masa Sebelum Mengenal Tulisan (Praaksara)

Masa praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Masa praaksara berbeda dengan masa prasejarah yang bermakna sebelum ada sejarah kehidupan manusia.

Zaman praaksara di Indonesia berakhir setelah masyarakat mengenal tulisan yaitu sekitar abad ke-4 dan ke-5 M. Hal tersebut jauh terlambat dibanding degan Mesir yang sudah mengenal tulisan sejak tahun 3.000 SM.

3. Terbentuknya Kepulauan Indonesia

Proses evolusi terbentuknya bumi :

a. Azoikum ( selama 1 Miliar tahun )
Belum ada kehidupan karena suhu bumi masih tinggi.

b. Paleozoikum (350 juta tahun)
Zaman purba tertua yang mana sudah meninggalkan fosil fauna dan flora berupa makhluk hidup sederhana.

c. Mesozikum (140 juta tahun)
Zaman purba tengah dimana bumi sudah dihuni oleh hewan mamalia, amfibi, burung, dan tumbuhan berbunga.

d. Neozoikum (60 juta tahun lalu)
Merupakan zaman purba baru yang terbagi atas tahap tersier dan kuarter. tahap tersier terbagi atas peleosen, eosen, oligosen, miosen, dan pliosen. Sedangkan tahap kuarter terbagi atas kala pleistosen yang mana diperkirakan masa muncul manusia sekitar 600.000 tahun lalu dan terjadi perubahan iklim yang sangat drastis sehingga terjadi pencairan es di kutub  yang menutupi sebagian besar permukaan bumi. Lalu zaman kuarter juga terdapat kala holosen kira-kira 200.000 tahun lalu hingga sekarang yang mana kehidupan manusia mulai terlihat secara nyata.

B. Manusia Purba

Manusia purba (prehistoric people) adalah jenis manusia yang hidup jauh sebelum tulisan ditemukan. Manusia purba diperkirakan hidup 2 - 4 juta tahun lalu.

1. Jenis-Jenis Manusia Purba

a. Meganthropus

Di temukan oleh Von Koenigswald di Sangiran tahun 1936 dan tahun 1941 yang diberi nama Meganthropus paleojavanicus (manusia besar dari Jawa).

Ciri- ciri :
➠ rahang kuat
➠ badan tegap
➠ memakan tumbuhan
➠ hidup pada pleistosen awal

b. Pithecanthropus

Ditemuakan oleh Eugene Dubois di Trinil tahun 1980 yang diberi nama Pithecanthropus Erectus (manusia kera berjalan tegak).

Ciri- ciri :
➠ mirip kera
➠ berjalan tegak
➠ hidup di zaman pleistosen tengah

c. Homo (manusia)

Diteliti pertama kali oleh B.D. van Reitschoten di Wajak dan dilanjutkan oleh Eugene Dubois dan diberi nama Homo erectus (manusia berjalan tegak).

Ciri-ciri :
➠ muka lebar
➠ hidung dan mulut menonjol
➠ dahi menonjol
➠ hidup sekitar 40.000-25.000 tahun lalu

Homo sapiens dan homo erectus memiliki perbedaan sebagai berikut :
➠ homo erectus lebih kekar daripada homo sapiens
➠ homo sapien lebih berevolusi dan modern dari homo erectus
➠ kapasitas otak homo sapiens lebih besar dari homo erectus

2. Tempat Penemuan Fosil Manusia Purba di Indonesia

a. Sangiran

Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari kala pleistosen yang paling lengkap dan penting di Indonesia.  Situs sangiran merupakan sebuah kubah raksasa berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya sehingga batuan yang mengandung fosil-fosil manusia purba terlihat.

Sangiran ditemukan pertama kali oleh P.E.C. Schemulling  lalu dilanjutkan Eugene Dubois, namun kurang tertarik dan dilanjutkan oleh G.H.R. von Koenigswald yang menemukan artefak litik. Semenjak penemuan von Koenigswald tersebut, situs Sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan fosil Homo erectus secara sporadis dan berkesinambungan.

b. Trinil

Trinil merupakan kawasan di lembah Bengawan Solo yang menjadi hunian kehidupan purba tepatnya pada zaman pleistosen tengah. Pada tahun 1891, Eugene Dubois menemukan berkas manusia purba pertama kali di luar Eropa. Kemudian ia menemukan fosil Pithecanthropus Erectus dan berbagai fosil hewan serta tumbuhan.

c. Ngandong

Ngandong menjadi pusat penelitian tim survei geologi Belanda  diantaranya Ter Haar, Von Koenigswald, dan Oppernoorth. Di Ngandong, Blora, Jawa Tengah ditemukan tengkorak Homden ukuran besar dengan volume otak rata-rota 1.100 cc yang berarti homo erectus Ngandong lebih maju dibanding homo erectus di Sangiran. Selain itu banyak ditemukan fosil hewan dan tumbuhan yang mirip di Sangiran.

C. Asal-Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia.

1. Teori Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

a. Teori Nusantara

Dalam teori Nusantara manusia Indonesia berasal dari luar, melainkan dari wilayah Nusantara itu sendiri. Pendukung teori ini aadalah Muhammad Yamin, J. Crawford, K. Hilmy, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Gorys Keraf.

Argumen yang melandasi teori Nusantara.
➠ Bangsa Melayu merupakan bangsa yang beradaban tinggi.
➠ Kemiripan bahasa melayu dengan bahasa Champa (Kamboja) memiliki keasamaan namun hanyalah suatu kebetulan.
➠ Adanya kemungkinan bahwa orang Melayu adalah keturunan dari Homo Soloensis dan Homo Wajakensis.
➠ Adanya perbedaan bahasa Austronesia yang berkembang di Nusantara dengan bahasa Indo-Eropa di Asia Tengah.

b. Teori Yunan

Dalam teori Yunan disebutkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina bagian Selatan. Pendukung teori ini yaitu Dr. J.H.C. Kern, Robert Barron van Heine Geldern, Prof. Dr. N.J. Korm, dan Moh. Ali.

Argumen tentang teori Yunan :
➠ Ditemukannya kapak tua di wilayah Nusantara yang mirip dengan kapak tua di kawasan Asia Tengah.
➠ Bahasa Melayu memiliki kemiripan dengan bahasa Champa yang ada di Kamboja.

Gelompang perpindahan bangsa Yunan :

➤ Orang Negrito (10.000 SM)

Orang Negrito diyakini sebagai penduduk paling awal di kepulauan Nusantara. hal tersebut dibuktikan dengan penemuan arkeologi di Gua Cha, Malaysia. Ciri fisik orang negrito yaitu berkulit gelap, rambut kriting, hidung lebar, dan bibir tebal. Di Indonesia ras Negrito kebanyakan mendalami wilayah Papua.

➤ Proto-Melayu (2.500 SM)

Sebutan Proto-Melayu untuk menyebutkan orang-orang yang melakukan migrasi pada gelombang pertama ke Nusantara. Keturunan Proto-Melayu yaitu suku Toraja, Dayak, Sasak, Nias, Rejang, dan Batak.

➤ Deutro Melayu (1.500 SM)
Deutro Melayu adalah sebutan untuk orang-orang yang melakukan migrasi oada gelombang kedua. Keturunan bangsa Deutro Melayu antara lain suku Minangkabau, Aceh, Jawa, Melayu, Betawi, dan Manado.

c. Teori Out of Taiwan

Menurut pendekatan linguistik, bahasa yang digunakan suku-suku di Indonesia serumpun dengan rumpun Austronesia. Akar dari keseluruhan cabang bahasa yang digunakan leluhur yang menetap di Nusantara berasal dari rumpun Austronesia di Formosa atau rumpun Taiwan. Selain itu, menurut riset genetika tidak ada kecocokan pola genetika dengan wilayah Cina.

d. Teori Out of Afrika

Pada teori ini menurut penelitian genetika yang dilakukan Max Ingman bahwa manusia modern berasal dari Afrika antara kurun waktu 100-200 ribu tahun lalu. Dari Afrika menyebar ke luar Afrika. Dari hasil penelitian tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa gen manusia modern bercampur dengangen spesies manusia purba.

D. Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara


1. Pola Hunian

Ada dua karakter khas hunian manusia purba yaitu kedekatan dengan sumber air dan adanya kehidupan di alam terbuka. Manusia memilih hidup di tempat yang dekat dengan sungai karena di dekat sungai mengundang binatang untuk hidup disana dan terdapat berbagai sumber kehidupan lain bagi manusia.

2. Berburu, Meramu, dan Bercocok Tanam

a. Berburu dan Meramu (mengumpulkan makanan)

➤ Berburu dan Meramu Tingkat Awal
➠ Manusia pendukungnya yaitu Pithecanthropus Erectus dan Homo Wajakenesis.
➠ Belum mengenal bercocok tanam.
➠ Mencari makanan dengan cara food gethering (mengumpulkan makanan) dan berburu.
➠ Alat berburu dibuat dari batu yang masih kasar.
➠ Hidup berkelompok dan berpindah-pindah.

➤ Berburu dan Meramu Tingkat Lanjut
➠ Setelah zaman pleistosen
➠ Masih bergantung pada alam.
➠ Alat berburunya seperti kapak genggam, flake, dan alat-alat dari tulang.
➠ Pola bermukim semisendenter.
➠ Bertempat tinggal di gua-gua (abris sous roche).
➠ Mengenal bercocok tanam tapi masih sangat sederhana.
➠ Telah mengenal kepercayaan.

b. Bercocok Tanam

➠ Mengenal bercocok tanam dengan sangat baik.
➠ Mampu mengolaj bahan makanan sendiri.
➠ Telah memelihara binatang jinak.
➠ Tempat tinggal  menetap
➠ Peralatan dari batu sudah dihaluskan.
➠ Hasil kebudayaannya berupa kapak persegi, kapak lonjong, mata panah, gerabah, dan perhiasan.

3. Sistem Kepercayaan
Masyarakat pada zaman praaksara terutama pada zaman neolitikum telah mengenal adanya sistem kepercayaan. Mereka percaya bahwa setelah kematian roh akan berpindah ke alam lain. Sehingga sudah mulai tercipta sistem penguburan mayat. SIstem kepercayaan tersebut menghasilkan tradisi megalitik (batu besar). Beberapa peninggalan megalitik dalam hal kepercayaan diantaranya :

a. Menhir
Menhir adalah tiang atau tugu terbuat dari batu yang didirikan sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang sehingga menjadi benda pujaan dan ditempatkan disuatu tempat. Fungsi Menhir adalah sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang, sebagai tempat memperingati seseorang yang telah meninggal dan sebagai tempat menampung kedatangan roh.

b. Kubur Peti Batu
Kubur peti batu yaitu peti jenazah yang terpendam di dalam tanah, berbentuk perssegi yang sisi alas dan tutupnya terbuat dari papan batu yang disusun menjadi peti.

c. Waruga
Waruga yaitu kubur batu berbentuk kubus dengan tutup berbentuk atap rumah. Bentuk dan fungsi waruga seperti sarkofagus, tetapi dengan penempatan posisi nayat jongkok terlipat.

d. Sarkofagus
Sarkofagus adalah peti jenazah yang berbentuk seperti lesung tetapi memiliki tutup.

e. Dolmen
Dolmen adalah meja batu besar dengan permukaan rata sebagai tempat meletakkan sesaji, sebagai tempat roh, dan menjadi tempat duduk ketua suku agar dapat berkat magis dari leluhurnya. Meja ini berbentuk lempeng batu besar yang datar sebagai alas dan disangga oleh empat batu yang panjang.

f. Arca atau patung
Arca adalah bangunan yang terbuat dari batu berbentuk binatang atau manusia yang melambangkan nenek moyang dan menjadi pujaan.

g. Punden Berundak
Punden berundak adalah bangunan bertingkat yang dihubungkan oleh tanjakan kecil yang berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang.

E. Perkembangan Teknologi

Walaupun belum mengenal tulisan, manusia purba telah mengembangkan kebudayaan dan teknologi. Teknologi yang dikembangkan bermula dari bebatuan lalu berkembang hingga berbentuk logam.

1. Paleolitikum (zaman batu tua)

Ciri-ciri :
➠ berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu.
➠ berlangsung sangat lambat.
➠ terjadi zaman glasial (lapisan es dikutub utara meluas) dan zaman interglasial (mencairnya es di kutub utara).
➠ alat dari batu yang dibuat masih kasar.

Kebudayaan zaman batu tua terbagi atas :

a. Kebudayaan Pacitan
Alat-alat yang berasal dari kebudayaan Pacitan diantaranya kapak genggam, kapak perimbas (chooper), kapak penetak, pahat genggam, dan alat serpih (flake).

b. Kebudayaan Ngandong
Alat- alat yang ditemukan berupa kapak genggam, alat serpih (flake), alat penusuk (belati), ujung tombak dengan gergaji pada kedua sisinya, alat penggorek, dan mata tombak.

2. Meolitikum (zaman batu tengah)

Alat-alat pada zaman batu tua tidak lantas ditinggalkan pada zaman batu tengah melainkan mengalami penyempurnaan dan pengembangan.

Kebudayaan mesolitikum terbagi atas :

a. Kebudayaan Kjokkenmoddinger (sampah dapur)
Merupakan tumpukan atau timbunan kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian 7 meter.

b. Kebudayaan Abris Sous Roche
Merupakan gua-gua yang digunakan sebagai tempat tinggal.

3. Neolitikum (zaman batu muda)


a. Kebudayaan Kapak Persegi
Kapak persegi adalah kapak yang berbentuk memanjang dengan penampang melintangnya berbemtuk prsegi panjang atau trapesium.

b. Kebudayaan Kapak Lonjong
Kapak lonjong adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur.

4. Zaman Logam


a. Zaman Perunggu

Hasil kebudayaan zaman perunggu diantaranya :

➠ Nekara Perunggu : sebagai sarana upacara kesuburan/kematian dan memanggil roh leluhur untuk turun hujan.
➠ Kapak Corong : ukuran besar untuk cangkul, ukuran kecil untuk mengerjakan kayu, kapak yang tajam untuk upacara atau tanda kebesaran kepala suku.
➠ Bejana Perunggu : benda berbentuk seperti gitar spanyol yang tidak bertangkai.
➠ Perhiasan perunggu : sebagai bekal kubur.
➠ Arca Perunggu : media pemujaan.
➠ Gerabah : sebagai bekal kubur dan barang sehari-hari.

b. Zaman Besi

Tujuan pembuatan alat-alat dari bahan besi karena untuk menghasilkan alat yang jauh lebih kuat dan bisa digunakan berulang kali.

Demikian materi tentang Zaman Prasejarah di Indonesia dari Synaoo.com.

Semoga materi singkat ini dapat membantu proses belajar sobat.

Selamat Belajar !!!

Labels: