1. Kegiatan Pelayaran a. Kapal b. Sistem Angin c. Kompas dan Astrolab
2. Kegiatan Perdagangan a. Hubungan dagang dengan India b. Hubungan dagang dengan Cina
B. Akulturasi Kebudayaan Lokal dan Hindu-Budha
1. Seni a. Seni Bangunan b. Seni Rupa c. Seni Pertunjukkan d. Seni Sastra dan Aksara
2. Sosial dan Kemasyarakatan
3. Sistem Kepercayaan
4. Sistem Pemerintahan
5. Pendidikan
A. Jaringan Perdagangan pada Masa Hindu-Budha 1. Kegiatan Pelayaran Letak Indonesia sangat strategis sehingga menjadi rute perdagangan Cina dan india sehingga dikenal sebagai pelabuhan transito.
Berikut adalah pendukung kegiatan pelayaran.
a. Kapal Berdasarkan relief pada candi Borobudur, kapal kuno terbagi atas tiga jenis, yaitu perahu lesung, perahu bercadik dan perahu tidak bercadik.
b. Sistem Angin Untuk berlayar manusia menggunakan kekuatan angin. Adapun jenis angin yang mendukung pelayaran tersebut adalah :
- Angin darat dan angin laut Angin darat berembus dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari sehingga digunakan untuk berangkat melaut. Sedangkan angin laut berhembus dari laut ke darat dan terjadi pada siang hari sehingga di gunakan kembali ke daratan.
- Angin Munson Angin munson adalah angin yang berhembus secara periodik dan berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. Angin munson barat berhembus dari Benua Asia ke Benua Australia dan terjadi pada bulan Oktober-April sehingga digunakan pedagang India berangkat ke Indonesia. Sedangkan angin munson timur bertiup dari arah sebaliknya dan terjadi pada bulan April-Oktober sehingga digunakan untuk berlayar kembali ke India.
c. Kompas dan Astrolab Kompas merupakan alat penunjuk arah berupa jarum dipengaruhi oleh magnet bumi. Sedangkan astrolab merupakan instrumen astronomi untuk menentukan lokasi dengan ukuran posisi matahari.
2. Kegiatan Perdagangan a. Hubungan dagang dengan India Para pedagang India memiliki beberapa komoditas utama yang dicari di tanah Nusantara diantaranya kayu gaharu, kayu cendana, cengkih, lada, dan emas.
b. Hubungan dagang dengan Cina Para pedagan Cina memiliki beberapa komoditas utamay yang dicari diantaranya kemenyan, kapur barus, kayu gaharu, dan kayu cendana.
B. Akulturasi Kebudayaan Lokal dan Hindu-Budha
1. Seni
a. Seni Bangunan
- Candi Candi merupakan akulturasi dari budaya lokal berupa punden berundak dengan budaya India seperti stupa dan relief. Dalam agama Hindu, candi dianggap sebagai tempat persinggahan sementara bagi dewa.
- Stupa Stupa merupakan tempat untuk menaruh abu jenazah para raja. Dalam agama Budha stupa dilambangkan sebagai nirwana.
- Langgam Langgam (gaya) candi terbagi atas :
>Langgam Jawa Tengah * Berbentuk tambun dengan atap berundak. * Relifnya timbul agak tinggi dengan lukisan naturalis. * Puncak candi berbentuk stupa. * Terbuat dari batu andesit * Candi induk terletak di tengah halaman. * Menghadap timur.
> Langgam Jawa Timur * Berbentuk ramping dan atapnya merupakan perpaduan tingkatan. * Reliefnya timbul sedikit dan lukisan menyerupai wayang kulit. * Puncaknya berbentuk kubus. * Terbuat dari batu. * Candi Induk terletak di belakang halaman. * Menghadap barat.
- Keraton Keraton merupakan bangunan tempat tinggal raja.
b. Seni Rupa dan Ukir - Patung - Relief - Makara (makhluk mitologi Hindu-Budha)
c. Seni Pertunjukkan - Seni tari - Seni musik - Seni wayang d. Seni Sastra dan Aksara Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sansekerta. Sedangkan aksaranya adalah aksara Pallawa.
2. Sosial dan Kemasyarakatan
Sebelum masuknya Hindu-Budha, masyarakat Indonesia memilik sistem sosial dan kemasyarakatan yang didasarkan pada profesi. Setelah mengenal budaya Hindu-Budha struktur sosial masyarakat berubah menjadi sistem kasta. Adapun kasta dibagi 4 tingkatan yaitu Brahmana, Kesatria, Waisya dan Sudra.
3. Sistem Kepercayaan
Dalam akulturasi kebudayaan menghasilkan sinkretisme dalam kepercayaan. Sinkretisme adalah perpaduan dua kepercayaan yang berbeda untuk mencari keserasian dan keseimbangan.
4. Sistem Pemerintahan
Sebelum budaya Hindu-Budha masuk, masyarakat memilih kepala suku atau ketua adat yang bergelar datu/datuk atau ratu/raka. Pemilihan dilakukan dengan dasar orang yang paling berpengaruh di suatu wilayah atau desa. Setelah budaya Hindu-Budha masuk, sistem tersebut dihapus dan digantikan menjadi kerajaan. 5. Pendidikan
Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan yang memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan. Kerajaan Sriwijaya berusaha menjadi pusat pendidikan agama Budha di Asia Tenggara.
6. Sistem Kalender
Setelah pengaruh Hindu-Budha masuk di Indonesia, masyarakat mulai mengenal perhitungan waktu menurut penanggalan tahun Saka. Dalam kalender ini 1 tahun saka terdiri dari 365 hari. Selisih tahun saka dan tahun Masehi adalah 78 tahun. Jadi untuk mencari tahun masehi ditambah 78 tahun.